Daerah Istimewa Bagi Burung
Pada kawasan Wallacea ada 25 daerah Penting bagi Burung, salah satunya Gn. Sahendarumang yang terletak di kepulauan Sangihe-Talaud, Sangihe. Kawasan ini memang istimewa, bayangkan satu-satunya lokasi untuk Anis-bentet sangihe (Colluricincla sanghirensis), Seriwang sangihe (Eutrichomyias rowleyi), Kacamata sangihe (Zosterops nehrkorni), Srindit sangihe (Loriculus catamene) dan Burung-madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei) yang keberadaannya terancam punah.
Sangihe tanahnya subur, memiliki popolasi penduduk dan pembangunan yang relatif padat, sehingga kebutuhan akan kayu bagi pembuatan perahu, perabotan rumah tangga sampai kontruksi perumahan hingga kini cukup tinggi. Dampaknya, Pulau Sangihe saat ini hampir kehilangan seluruh hutan alaminya, saat ini hutan alami yang tersisa hanya di Gn. Sahendarumang yang luasnya sekitar 8 km2, di mana hutan primer yang paling besar ukurannya 2,25-3,40 km2.
Padahal, hutan primer dan skunder yang terbatas di bagian atas lereng Gn. Sahendaruman telah ditetapkan sebagai hutan lindung tahun1994 dengan luas 4.268 ha untuk melindungi daerah tangkapan air dan hidupan liar khususnya burung endemik. Kenyataannya, saat ini luasnya tinggal sekitar 800 hektar akibat pengambilan kayu, perladangan dan pemburuan. Selain itu masalah tata batas antara warga desa dengan pemerintah saat ini belum mendapatkan hasil yang memadai.
Sudah saatnya diperlukan kesadaran dari semua pihak terhadap hutan primer yang tersisa di Gn. Sahendaruman bagi pentingnya daerah tangkapan air serta satwanya yang endemic, yang merupakan kekayaan yang tidak ada duanya di dunia.
(Tomie Dono/BirdLife Indonesia)
Mount Sahendarumang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar